Jam menunjukkan pukul 11.30 siang. Ini adalah waktunya pulang untuk anak-anak yang belajar di Rumah Bermain Bilal. Para orangtua sudah siap-siap menjemput, sebagian dari mereka ada yang buru-buru karena ada aktivitas lain yang harus dikerjakan (maklum..emak-emak rempong,hehe..😁) Tapi apa yang terjadi? Hampir semua anak di Bilal pada gak mau pulang..!! Mereka merengek-rengek untuk tetap di Bilal🤗

Lho, kok bisa?
Kan biasanya anak-anak begitu selesai belajar mereka maunya langsung pulang? Yup..itu kan biasanya, tapi lain halnya dengan di Bilal.

Guru-guru yang ramah dan hangat membuat mereka betah meski seharian di Bilal, padahal durasi belajar di Bilal hanya 90 menit lho.

Sebagian mengira bahwa anak-anak betah karena Bilal menyediakan banyak mainan yang keren-keren, ruangnya nyaman, luas dan lain sebagainya.

Tapi jujur saja mainan bukan poin utama, sebenarnya bukan itu yang membuat mereka nyaman. Tapi bagaimana kita selaku guru ikut terlibat dan bermain bersama. 
Kehangatan dan keceriaan lah yang anak butuhkan. Apalah artinya mainan yang mahal dan fasilitas yang lengkap sementara anak tidak kita perhatikan dengan sungguh-sungguh.

Ini sudah kami buktikan ketika Rumah Bermain Bilal harus melakukan renovasi besar-besaran, dimana kami mengubah tampilan layout dan meng-upgrade beberapa layanan. Konsekuensinya adalah kami harus menyimpan mainan untuk sementara waktu hingga proses renovasi benar-benar fisnish. Dalam situasi ini mainan harus disimpan, karena jika tidak pastinya akan rusak karena tidak terkontrol, maka peran guru sangatlah menentukan. Ketika guru-guru di Rumah Bermain Bilal berhasil merebut hati anak maka jadilah mereka “makin tidak mau pulang”.

Ayah bunda yang budiman,

Inilah salah satu kunci mengapa anak betah di Bilal, mengapa mereka selalu ingin ke Bilal dan ujung-ujungnya kecanduan belajar.
Resepnya sederhana, yaitu PERHATIAN dan KEHANGATAN

Yang mana kita selaku orangtua tentunya lebih berperan dalam memperhatikan dan peduli dengan anak-anak kita. Jika mau jujur dari hati, sebenarnya anak kita tidak butuh harta yang berlimpah, mereka tidak menuntut fasilitas. Justru sebenarnya kita lah yang mengejar itu semua. Anak hanya butuh kasih sayang, perhatian dan cinta.

Sebenarnya Rumah Bermain Bilal ini apa sih?🙄
Kok bisa ya anak-anak betah disana? Apa sebenarnya programnya?

Kami adalah lembaga support bagi anak usia dini, TK dan SD yang bergerak di ranah nonformal.

Hmm…kenapa ya Rumah Bermain Bilal memilih menjadi lembaga nonformal bukannya malah menjadi lembaga formal?
Alasannya sederhana, kami tidak siap mengikuti program pemerintah yang setiap sebentar ganti kebijakan dan ganti kurikulum.

Why..? Karena memang kurikulum adalah pondasi pendidikan. 
Kita saksikan bersama bagaimana kurikulum di negara kita sebentar-bentar berganti. Ganti menteri ganti kebijakan, alhasil yang menjadi korban adalah anak-anak kita.

Semakin hari pelajaran semakin berat dan membebani anak. Disinilah Rumah Bermain Bilal hadir sebagai solusi bagi putra putri kita yang membutuhkan pendidikan dasar guna membangun pondasi imannya, akhlaknya dan semangat belajarnya.

Itulah mengapa Rumah Bermain Bilal memfokuskan diri untuk mendidik anak usia dini, TK dan SD, karena memang di usia ini anak-anak belum bisa diberi beban pelajaran yang berat. Untuk itulah kami mendesain kurikulum yang unik dan sangat ramah anak, sehingga dalam waktu yang relatif singkat, anak mampu mencerna materi pelajaran sekaligus akhlaknya dibentuk dan mereka tetap happy.

Yuk..tunggu apalagi..segera daftarkan putra-putri kita ke Rumah Bermain Bilal. hub: ☎️0813 7186 1242