Usia balita merupakan usia yang lebih banyak untuk bermain. Karena memang ia berada dalam fase bermain. Dimana dengan ia bermain, ia banyak belajar. Selain untuk mengekspor diri anak, anak juga akan belajar sosialisai dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, usia balita juga sesuai untuk mengenalkan anak dengan huruf dan angka. Dengan mengenalkan huruf dan angka sejak dini, maka anak akan lebih siap untuk masuk ke sekolah dasar. Salah satu upaya untuk memperkenalkan huruf dan angka sejak balita ialah memasukkan anak ke taman kanak-kanak (TK).

Sejatinya TK adalah tempat bermain sambil belajar untuk anak. Namun, kini kebahagiaan anak-anak yang masuk ke TK semakin berkurang. Kenapa ? karena anak sudah dibebankan untuk memahami aspek kognitif yang cukup banyak sehingga anak selalu tertekan meskipun masih berusia balita. Lho ? emangnya anak TK bisa tertekan juga ?

Sangat bisa…!
Karena apabila anak tidak dalam posisi nyaman, ia akan dengan mudah merasakannya dan sebagian besar akan menunjukkan responnya secara langsung. Bisa dengan marah, menangis, atau ngambek.

Dalam hal ini, orangtua akan sulit mengambil tindakan. Apabila anaknya berada di bangku TK, dikhawatirkan akan membebani anak itu dan berkurangnya waktu bermain. Tapi apabila anak tidak di sekolahkan di TK, maka anak sulit untuk siap masuk ke SD. Dan lebih parahnya lagi, anak akan terpengaruh oleh lingkungan sekita yang kurang baik.

Lalu… Apa dong solusinya ???🤔

Rumah Bermain Bilal hadir untuk memberikan solusi bagi ayah dan bunda. Rumah Bermain Bilal menyediakan pendidikan bagi anak usia dini. Berikut 5 alasan mengapa anak balita lebih baik ke Rumah Bermain Bilal :

1. Anak usia balita belum siap untuk sekolah formal.
Seperti yang dijelaskan diatas, anak berusia balita masih harus fleksibel dan bermain. Di Rumah Bermain Bilal, kami memberikan waktu yang sesuai untuk anak belajar dan bermain. Meskipun begitu, pola belajar sambil bermain juga berguna untuk tetap menyediakan waktu bermain untuk anak. Sementara jika ia masuk TK, maka sistemnya akan mengikat anak

2. Mengenalkan Calistung dengan porsi yang tepat.
Rumah Bermain Bilal menggunakan porsi yang tepat. Program pendidikan calistung disesuaikan dengan usia anak. Artinya, dalam satu kelas tidak ada penyamarataan. Sehingga pembelajaran menjadi lebih focus. Sementara di TK biasanya terjadi penyamarataan sehingga anak yang sulit memahami materi akan tertinggal.

3. 1 kelas hanya terdiri dari 3 anak saja, dengan maksimal hanya 5 anak.
Sistem ini bertujuan agar anak dapat di handle secara lebih fokus dengan waktu belajar yang relatif singkat (90 menit). Sementara di TK, dalam 1 kelas biasanya diisi lebih dari 15 anak. Sehingga membuat kurang maksimalnya penanganan anak yg akan berujung kepada bully, perkelahian atau tindakan-tindakan buruk lainnya

4. Fokus pada akhlak
Rumah Bermain Bilal memiliki fokus utama untuk membentuk akhlak anak. Selain itu, penenaman ilmu tauhid juga menjadi prioritas. Jadi, selain anak diajarkan kognitif sekaligus psikomotorik, aspek spiritual dan afektif juga akan ia dapatkan. Sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan cerdas.

5. Rumah Bermain Bilal tidak memiliki event khusus untuk anak.
Alasan utama mengapa Rumah Bermain Bilal tidak memiliki event khusus ialah karena Rumah Bermain Bilal mengetahui kebutuhan anak. Penanaman ilmu tauhid dan akhlak menjadi prioritas utama. Artinya anak berhak mendapatkannya ini dikelas. Jadi, tidak harus membuat event untuk mengajarkan ilmu tauhid dan akhlak. Selain itu membuat event diluar membuat peluang adanya “proyek kecil” semakin besar. Prinsip kami ialah Halal 100%.

Ayoo tungguu apa lagi…daftarkan segera buah hati ayah dan bunda di Rumah Bermain Bilal. 😊

(INGAT !!! kuota anak di Rumah Bermain Bilal sangat terbatas, sehingga ayah dan bunda harus cepat sebelum kehabisan).😊😊

Untuk informasi dan pendaftaran, ayah & bunda dapat menghubungi kami melalui telp. di 0813 7186 1242 (Ummi Eva) atau kunjungi kami di Rumah Bermain Bilal, Jl. Ikhlas No. 2i (Depan Giant Nangka).

Leave Your Reply