Kisah Musa asal Bangka Belitung serta deretan hafidz Al-Qur’an lainnya yang masih berusia belia menginspirasi banyak orangtua untuk memperkenalkan kitab suci kepada sang buah hati di usia dini. Banyak orang berlomba-lomba menjadikan anak mereka hafidz Qur’an bahkan sebelum usia sekolah. Kisah sukses Musa yang mendunia itu begitu berpengaruh dan membakar semangat pendidikan keagamaan di negeri ini.

Melihat madrasah-madrasah dipenuhi oleh anak-anak yang sedang berusaha keras mempelajari Al-Qur’an tentu menjadi pemandangan indah yang menyejukkan hati. Hanya saja yang perlu kita ketahui, apakah anak sudah mampu mempelajari Al-Quran di usia mereka saat ini?

Menurut Dr. Ahsin Sakho Muhammad, Rektor Institut Ilmu Quran (IIQ), anak memang sudah seharusnya diajarkan Al-Qur’an sejak mereka bisa membaca. “Usia tiga hingga empat tahun sebaiknya memang sudah diajarkan membaca Al-Qur’an atau setidaknya melafalkan huruf-huruf Al-Quran,” terangnya.

Tak hanya itu, orangtua bahkan sebisa mungkin mesti memperkenalkan Al-Qur’an sejak buah hati masih berada di dalam kandungan dengan cara memperdengarkan bacaan-bacaan Al-Qur’an. Bahkan menurut Ahsin, ketika lantunan ayat-ayat Al-Quran diperdengarkan pada janin, di saat itulah segi spiritual anak lahir.

Di tahapan berikutnya, orangtua bisa mengenalkan Al-Qur’an sambil menemani anak bermain. Misalnya dengan melafalkan huruf hijaiyah dengan benar, sambal bersenandung. Ketika anak mulai bisa berbicara, lafal Al-Qur’an termasuk ayat-ayat yang biasa didengar anak bisa menjadi kata-kata pertama yang mereka pahami dan gunakan.

Mengajari anak membaca dan mengamalkan Al-Qur’an sedari dini memang bukanlah pekerjaan mudah. Orangtua sebagai pendamping belajar anak mesti mampu membaca dan mengamalkan Al-Qur’an secara benar. Di masa ini anak lebih banyak belajar dengan cara meniru, sehingga jika orangtua tidak memiliki kecakapan dalam membaca Al-Quran maka anak juga berpotensi melanjutkan ketidakcakapan tersebut.

Selain itu, diperlukan alokasi waktu khusus agar proses belajar anak menjadi maksimal. Di tengah kesibukan dan rutinitas kerja, sulit bagi orangtua untuk menyisihkan waktu khusus guna menemani anak belajar.

Bagaimana solusi dari keterbatasan ini?

Alhamdulillah saat ini Rumah Bermain Bilal telah membuka program khusus “Sore Mengaji” yang memang disiapkan sebagai solusi anak dalam mempelajari Al-Qur’an. Menggunakan metode khusus dan teruji, Program “Sore Mengaji” ini kiranya mampu membuat anak lebih fokus, cepat, efektif dan efisien dalam belajar.

Program ini berlangsung pada sesi ke-4 (pukul 16:00 – 17:30 WIB) dan bisa diikuti oleh anak pada usia mulai dari 4 tahun. Demi efektivitas, kami membatasi kapasitas kelas ini maksimal 5 orang. Karena itu pula, kuota siswa yang dapat mengikuti program “Sore Mengaji” tersebut juga terbatas.

Jika ayah & bunda ingin mengikutsertakan sang buah hati pada program ini, ayah & bunda bisa menghubungi kami via telepon pada 081371861242 atau kunjungi Rumah Bermain Bilal di Jl. Ikhlas No. 2i, Pekanbaru-Riau.

Ayah & bunda juga bisa bertanya melalui kolom komentar di bawah.