Begitu banyaknya hafidz Al-Qur’an muda saat ini muncul di televisi dan internet membuat kita sebagai orangtua penasaran, bagaimana sih caranya mengajarkan hafalan Al-Qur’an pada anak di saat mereka belum mahir dalam menulis dan membaca. Di usia balita, secara teori anak masih sibuk dan butuh bermain sehingga tidak mungkin rasanya memaksa mereka dengan hafalan yang begitu banyak.

Tapi, kita ingin sang buah hati menjadi hafidz Qur’an. Jika anak-anak lain itu bisa, bukankah seharusnya anak kita juga dapat melakukannya?

Insya Allah, anak-anak kita juga bisa kok ayah & bunda. Dengan cara yang tepat, anak tidak perlu dipaksa untuk terus menghafal dan meninggalkan waktu bermainnya. Bahkan mereka akan melakukannya dengan penuh keceriaan seperti halnya saat bermain.

Caranya?

Pertama, seperti yang disinggung di atas, cara menghafal Al-Qur’an haruslah menyenangkan. Ayah & bunda mesti membacakan Al-Qur’an dengan cinta dan senyuman. Anak-anak, apalagi balita tidak mesti diajarkan baca dan tulis jika itu akan lebih merepotkan. Biarkan mereka menghafal dari bacaan yang mereka dengar.

Jangan lupa, ajak juga anak untuk ikut melafalkan bacaan Al-Qur’an. Ulangi berkali-kali hingga fasih. Saat anak sudah menguasai satu surat pendek, pindahlah ke surat berikutnya. Abaikan target hafalan. Tugas kita adalah membuat proses menghafal Al-Qur’an menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak.

Untuk memupuk semangat anak dalam menghafal, maka berikanlah hadiah saat mereka bisa menghafal setengah atau satu juz. Dengan cara ini motivasi anak bisa terjaga dan semangatnya terus berkembang.

Kedua, perdengarkan Al-Qur’an di berbagai kesempatan. Anak memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mempelajari hal-hal yangs sering mereka dengar. Seperti halnya bahasa yang bisa dikuasai anak ketika masih kecil tanpa perlu banyak diajari, hal yang sama juga berlaku pada hafalan Al-Qur’an.

Jika ayah & bunda bisa membacakan Al-Qur’an dengan benar untuk balita, baca bacakanlah kepada mereka sesering mungkin. Namun jika bacaan kita tidak begitu bagus, jangan langsung berkecil hati ya ayah & bunda. Kita bisa memutar bacaan Al-Qur’an dari imam-imam besar seperti Shiddiq Minsyawi dan Mahmud Hushary, lalu minta anak untuk mengikuti bacaan tersebut.

Ketiga, ulangi bacaan-bacaan Al-Qur’an pada waktu-waktu yang menyenangkan pada anak. Biasanya waktu-waktu seperti ini terjadi pada pagi hari setelah sholat Subuh, ketika bermain, sore hari setelah Ashar atau setelah sholat dan mandi. Waktu-waktu menjelang tidur juga bisa dimanfaatkan.

Terakhir, dukung proses belajar anak dengan mengikutsertakan mereka pada lembaga Pendidikan Qur’an yang berkualitas. Lembaga-lembaga seperti ini biasanya memiliki metode-metode belajar yang telah teruji dan tutor yang berpengalaman, Namun yang harus diingat, proses belajar anak tetaplah harus menyenangkan. Kita perlu selektif dalam memilih lembaga yang tepat untuk anak.

Alhamdulillah, saat ini Rumah Bermain Bilal menyelenggarakan program “Sore Mengaji” yang memang secara khusus dirancang untuk mendukung anak dalam mempelajari Al-Qur’an. Menggunakan metode yang terbukti cepat, Rumah Bermain Bilal mempercayakan program ini pada tutor-tutor professional yang sanggup memahami kebutuhan anak, bukan hanya sekedar mengawal proses belajar-mengajar. Untuk efektivitas belajar, dalam program “Sore Mengaji” ini kapasitas kelas maksimal dibatasi sebanyak 5 anak. Dengan demikian tutor betul-betul mampu memahami dan mendorong perkembangan masing-masing anak.

Nah ayah & bunda, cara ini memang terdengar familiar bagi kita. Memperdengarkan Al-Qur’an, membacakan ayat-ayat dan mengajak anak untuk mengikuti bacaannya. Namun yang sering kita lupa adalah membuat aktivitas menghafal Al-Qur’an menjadi hal yang menyenangkan. Kita juga sering terjebak dalam target hafalan, tidak memotivasi dan cenderung memaksa anak.

Jika ayah & bunda membutuhkan informasi atau ingin mendaftarkan sang buah hati dalam program “Sore Mengaji” di Rumah Bermain Bilal, ayah & bunda bisa menghubungi kami melalui telepon pada nomor 08116906978 (Ummi Eva) atau kunjungi Rumah Bermain Bilal di Jl. Ikhlas No. 2i, Pekanbaru-Riau.

Semoga sang buah hati bisa menjadi hafidz Al-Qur’an yang akan membuat kita bangga, baik di dunia maupun di akhirat.

Leave Your Reply