Assalamu’alaikum warrahmatullahi wa barakatuh.

Ayah dan bunda yang dirahmati ALLAH SWT. Semoga kita selalu diberikan rahmat dan hidayah di setiap kesempatan, diberikan rezeki yang cukup lagi halal, dan selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam perlindungan ALLAH SWT. Aamiin aamiin aamiin ya rabbal’alamiin.

Anak merupakan generasi penerus bangsa. Mendidik anak merupakan tanggungjawab orang tua yang tidak mudah. Agar anak bisa tumbuh dan berkembang menjadi individu yang baik, pola asuh yang diterapkan pun juga harus baik. Sayangnya, banyak orang tua yang belum terlalu paham mengenai hal ini. Beberapa orang tua menganggap anak dengan perilaku yang buruk adalah ulah mereka sendiri. Padahal, pola asuh orang tua lah yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter anak.

Pola asuh yang baik dan benar harus diterapkan sejak usia dini. Pola asuh yang baik juga memiliki beberapa pokok yang perlu diperhatikan, agar pola asuh anak menjadi efektif. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda- beda ayah dan bunda sehingga kita sebagai orang tua harus selalu berfikir kreatif dan inovatif untuk menyesuaikan pola asuh untuk mereka.

Kali ini kita akan membahas tentang pola asuh orang tua terhadap anak yang sederhana namun efektif untuk jangka panjang. In syaa Allah

  • Ayah dan bunda harus kompak

Dalam mendidk anak Ayah dan bunda harus sering komunikasi, diskusi tentang perkembangan dan pertumbuhan anak. Menyatukan visi dan misi dalam mendidik anak. Menetapkan nilai nilai keagamaan, nilai social dalam keluarga secara bersama. Diskusi untuk setiap kebutuhan tumbuh kembang anak Ayah dan bunda. Ayah dan Ibu harus sependapat dan sejalan dalam mendidik anak. Jangan sampai memiliki perbedaan pola asuh anak yang membuat salah satu diantara ayah dan bunda kebingungan unutk melakukakn apa kedepannya. Kekompakan yang ayah dan bunda lakukan akan berdampak kepada apa yang akan ayah dan bunda lakukan unutk mendidik anak dan hasil apa yang akan ayah dan bunda terima. Maka dari itu sangat perlu kerjasama antara ayah dan bunda dalam menentukan pola asuh anak. Kekompakan ayah dan bunda akan berpengaruh terhadap perkembangan anak, melatih anak untuk lebih baik dalam lingkungan berkelompok dan mempunyai kemampuan kerja sama dengan orang lain yang lebih baik.

  • Ayah dan bunda Memberikan Contoh yang Baik

Anak selalu melihat dan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Maka dari itu Berikanlah contoh yang baik agar anak tumbuh dan berkembang menjadi individu yang baik. Ajarkan anak tentang perilaku apa yang seharusnya mereka lakukan dan apa yang tidak seharusnya mereka lakukan. Berikan pujian atas tindakan anak yang baik. Berikan arahan dan pengertian kepada anak apabila mereka bertindak tidak baik. Berikan penjelasan yang bisa dimengerti dengan mudah agar anak tidak mengulangi hal tersebut lagi.

  • Ayah dan bunda Menciptakan komunikasi yang efektif

Pola Asuh untuk Anak Usia Dini yang efektif juga ditumpu oleh komunikasi efektif. Komunikasi adalah kunci utama dari setiap hubungan. Komunikasi yang intensif dan efektif membantu perkembangan anak dari segi sosialnya. Semakin sering orang tua berkomunikasi dengan anak, anak menjadi lebih percaya diri, lebih ceria, dan dapat mempengaruhi kecerdasan anak. Sering- seringlah mengajak anak untuk berkomunikasi. Bisa melalui menceritakan apa yang dilakukan di sekolah, melatih anak untuk memberikan penilaian tentang hal hal di sekitarnya, ataupun memulai dengan pertanyaan terbuka agar anak aktif bercerita. Dalam hal komunikasi efektif ini, ayah dan bunda coba unutk menatap anak secara langsung saat mereka bercerita sehingga mereka merasa diperhatikan dan dihargai. Jangan berkomunikasi sambil melakukan kesibukan lainnya Karena itu sangat berdampak buruk bagi penilaian anak dan mental anak. Pastikan interaksi Ayah da bunda dengan anak baik dan berjalan efektif. Dengan begitu anak juga akan tumbuh menjadi anak yang mendengarkan kata- kata orang tuanya.

  • Ayah dan bunda mengajarkan dan menerapkan sikap Disiplin

Kedisiplinan sangat dibutuhkan dalam mengasuh anak. Ayah dan bunda bisa mengajarkannya dari hal hal kecil seperti merapikan mainannya setelah digunakan, membersihkan tempat tidur, menaruh barang pada tempatnya dengan rapi, atau lainnya. Pola disiplin yang ajarkan ini harus sesuai dengan tahap usia anak. Pada usia anak yang masih tahap pertumbuhan, mengajarkan mereka unutk memakai baju sendiri, makan dan minum duduk, dan lain sebagainya. Begitupn Pada anak dengan usia sekolah, ayah dan bunda bisa mengajarkannya membuat jadwal harian dan memberikan reward misal stiker pada kegiatan yang sudah dilakukan. Penerapan pola disiplin membentuk anak untuk menjadi pribadi yang mandiri.

  • Ayah dan bunda harus konsisten

Orang tua harus konsisten terhadap penjelasan yang diberikan pada anak. Misalnya apabila batuk tidak boleh minum es. Namun ketika tidak batuk anak diperbolehkan minum es tapi tidak boleh sering-sering karena tidak baik untuk kesehatan. Berikan penjelasan yang sesuai dan contoh yang nyata sehingga dalam beberapa situasi ayah dan bunda tidak perlu mencari alasan- alasan lain untuk anak bisa mengerti. Berikan penjelasan yang akurat dan dimengerti anak. Dalam beberapa situasi yang sama, pada akhirnya anak akan mengerti dan bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak tanpa harus memaksakan diri.

  • Ayah dan bunda memberikan pujian dan sentuhan kasih sayang

Apabila anak berbuat baik, ayah dan bunda berikan pujian, pelukan, atau ciuman agar anak merasa senang dan bangga melakukan hal tersebut maka itu akan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri mereka. Memberikan Penghargaan saat melakukan suatu hal yang positif, demikian akan memicu anak untuk melakukan hal- hal baik lainnya. Perhatikan ayah dan bunda di setiap respon yang diberikan anak meski hal tersebut sangat kecil, dan berikan pujian, mereka akan sangat merasa dihagai, merasa diakui keberadaannya. Serta menumbuhkan rasa kepercayaan pada diri sendiri dan orang tua. bahkan Menurut penelitian, otak anak akan berkembang baik dari setiap pujian yang diberikan orang tua dan sebaliknya sel syaraf anak mengalami kematian setiap anak dimarahi atau merasa tertekan. Perlu diingat ayah dan bunda bahwa cara bicara, gestur tubuh, ekpresi, intonasi sangat mendominasi mereka untuk melihat respon apa yang ayah dan bunda lakukan saat mereka melakuan hal yang baru.

  • Ayah dan bunda mengajarkan Sopan santun

Ajarkan anak untuk mengenal sopan santun kepada orang tua dan orang lain. Sebisanya Libatkan anak untuk melihat dan mempraktekkan interaksi langsung dengan orang lain seperti menjawab salam, cium tangan, bermain dengan teman sebaya, bersalaman dengan yang lebih tua dan lain sebagainya. Ayah dan bunda sebagai Orang tua juga harus memberikan contoh serta melibatkan anak untuk melakukan banyak hal dalam rangka menghargai orang yang lebih tua. Perilaku sopan santun ini akan membentuk anak menjadi peduli dengan sekitar,  membuka diri untuk interaksi dengan orang lain dan berfikir sebelum bertindak.

 

  • Ayah dan bunda ajarkan tentang nilai keagamaan

Agama merupakan pedoman hidup setiap umat yang wajib diajarkan kepada anak sejak dini. Setiap Agama mengajarkan kebaikan dan pembentukan karakter pribadi anak. Nilai nilai agama yang ayah dan bunda diajarkan akan menjadi pedoman anak dalam menjalani hidup. Agama juga mengajarkan dalam banyak hal., tentang Sang Pecipta, untuk apa kita d ciptakan, ada kehidupan dunia dan akhirat, adanya hari pembalasan, adanya hari akhir, adanya surga neraka,dan lain sebagainya. Pemahaman pemahaman tersebut kan menjadi peringatan bagi mereka dalam melakukan sesuatu baik itu hal yang benar ataupun hal yang salah. Menjadi pedoman mereka untuk hidup lebih baik dan mempersiapkan kehidupan setelah kematian.

  • Ayah dan bunda harus menerapkan sikap demokrasi

Ayah dan bunda Berikan kesempatan setiap saat pada anak untuk mengungkapkan perasaannya dan pendapatnya tentang sesuatu. Orang tua mendengarkan dengan seksama, dengan cermat, dengan antusiasme, dan apabila pendapat anak tidak sesuai dengan ayah dann bunda, maka ayah dan bunda yang membenarkannya dengan cara yang baik dan lembut. Dengan begitu Anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri dan bisa bahkan berani mengungkapkan perasaannya dengan baik kepada ayah dan bunda bahkan bisa juga dengan orang lain. Hal ini membuat hubungan anak dengan orang tua yaitu ayah dan bunda menjadi semakin dekat dan terjalin dengan erat. Apabila orang tua menerapkan pola demokratis yang senantiasa mendengarkan dan bertukar pendapat dengan anak, maka Anak akan tahu bagaimana cara untuk menyampaikan keinginannya dan dia bisa mendapatkan hal tersebut sesuai dengan keinginannya melalui komunikasi yang baik.

  • Ayah dan bunda bersikap terbuka terhadap anak

Perbedaan antara generasi orang tua dengan generasi anak patut dipertimbangkan. Pada generasi masa kini, banyak hal yang justru dulunya dianggap tidak penting namun saat ini justru berkembang baik. Seperti Berbagai profesi kreatif juga bermunculan dan lebih memiliki prospek yang tinggi dari pada hanya sekedar pegawai kantoran atau pegawai negeri yang dulunya sangat diimpikan semua orang tua. Orang tua harus bersikap terbuka terhadap keinginan anak, bakat anak, dan cita- cita anak. Ayah dan bunda sebagai Orang tua semestinya memberikan kepercayaan yang besar terhadap apa yang menjadi pilihan anak. Orang tua juga harus senantiasa mendukung dan membantu anak dalam meraih cita- citanya. Semua itu tentu tidak terlepas dari pengawasan orang tua. Kepercayaan yang ayah bunda berikan akan membuat anak lebih berani, lebih percaya diri dan lebih mandiri.

  • Ayah dan bunda harus tegas

  Hal ini hampir mirip dengan melatih kedisiplinan pada anak. Terkadang anak saat menginginkan sesuatu merasa harus dituruti, berlaku seenaknya, manja, melakukan kesalahan disengaja, menangis tanpa alasan, bertengkar dengan teman, atau situasi lainnya. Ayah dan bunda sebagai Orang tua harus tegas dan siap mengambil langkah ketika situasi seperti ini terjadi. Banyak Cara untuk mendisiplinkan anak dari perilaku yang salah. Dengan cara menghukum sesuai dengan kesalahan yang mereka perbuat, tidak berlebihan namun hukuman itu membuat mereka jera dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

  • Ayah dan bunda Ajarkan mereka berbagi

  Mengajarkan cara berbagi dan manfaatnya dengan orang lain itu juga perlu ditanamkan sejak dini kepada anak, agar anak tumbuh tidak egois dan juga memiliki rasa peduli terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya.  Kepuasan akan berbagi yang mereka lakukan perlu dirasakan oleh merekaa agar menjadi suatu hal yang membawa kebahagiaan bagi dirinya maupun orang lain.

Beberapa poin diatas mengungkapkan tentang pola asuh anak yang efektif dalam keluarga. Mengasuh anak memang bukan pekerjaan mudah dan berlangsung secara terus menerus. Anak yang baik dan berkualitas tinggi tentu berasal dari pola asuh yang baik juga. Pentingnya peranan orang tua dalam hal mendidik anak. Kondisi ini Menuntut orang tua memiliki cukup bahkan lebih tentang pengetahuan dalam mengasuh anak. Orang tua juga harus senantiasa selalu belajar dan belajar lagi karena anak akan terus tumbuh dan berkembang. Dalam prosesnya akan memunculkan sifat sifat baru yang mungkin terkadang cukup unik dan perlu diarahkan agar tidak melenceng ke arah negatif.