Assalamu’alaikum warrahmatullahi wa barakatuh ayah dan bunda yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kembali lagi dengan kami d webside rumah bermain bilal, kali ini kita akan coba membahas tentang pendidikan pertama yang diterima anak. Kita sama-sama tau bahwa pendidikan dalam rumah adalah pendidikan pertama yang diterima anak. Kerena rumah adalah sekolah pertama bagi anak dan orangtua sebagai guru memainkan kunci penting dalam membentuk pondasi karakter anak yang akan mereka miliki dikemudian hari nanti. Tetapi pola pikir orangtua dan pola didikan yang salah dapat menyebabkan pendidikan anak menjadi tidak ideal dan membuat anak tumbuh dengan beban mental yang tersimpan sampai besar nanti. Sungguh ini sangat tidak baik untuk tumbuh kembang anak.

 

ayah dan bunda yang budiman, kita akan coba mengingat kembali kesalahan-kesalahan apa yang kita lakukan dalam mendidik anak, sadar atau tanpa kita sadari. Ada beberapa kesalahan yang harus orangtua sadari dalam pendidikan anak, anatara lain ialah :

 

  1. Sering Bicara Keras
Sering Bicara Keras
Sering Bicara Keras

Tidak sedikit orangtua berbicara keras dalam menasehati atau menegur kesalahan anak, dan beranggapan memilih bicara keras pada anak agar mereka patuh dan tidak mengulangi kesalahan mereka kembali. Secara kasat mata mungkin kebiasaan ini memang tampak efektif. Anak akan langsung patuh dan menuruti apa yang dikatakan orantua. Akan tetapi anak tetaplah anak yang memiliki hati lembut. Kata-kata yang berdana keras yang dilontarkan kepadanya akan membuat mereka cenderung menghindar berada dekat orangtuanya sebab khawatir diteriaki atau dimarahi lagi. Alhasil anak menjadi takut dengan orangtua bahkan cenderung suka berbohong.

 

  1. Kebahagiaan Anak Tidak Hanya Bergantung pada Uang

Memang anak suka diberi uang. Apalagi uang itu untuk membeli makanan atau mainan kesukaan mereka. Tapi bukankah kita tau bahwa uang tak bisa membeli semua kebahagiaan untuknya. Jika orangtua sibuk dengan segala aktifitasnya diluar rumah sehingga tidak memiliki waktu lebih banyak untuk anak, ketika mereka melakukan tindakan yang mem buat kita pusing dann susah diatur sehingga tanpa dasar kita mencari jalan keluar yang aman yaitu lewat pemberian uang yang jumlahnya melimpah sehingga terkadang jumlah tersebut bukanlah konsumsi sewajarnya unutk mereka, padalah hal itu amatlah salah. Bukankah kita tau bahwa kebahagiaan anak terletak pada keterlibatan langsung orangtua dalam kehidupan mereka. Karena orangtua jadi sumber pertama saat anak menanyakan sesuatu, mengekpresikan sesuatu,dan memberikan sesuatu apa yang mereka telah perbuat. Jika kita selalau ambil andil dalam proses tumbuh kembang mereka maka kita akan merasakan kebahagiaan menjadi orangtua yang sesungguhnya. Pola yang demikian juga akan membuat anak merasakan kebahagiaan dan keutuhan sebagai anak dan mendapatkan perhatian dari orangrtua.

 

  1. Suka Membandingkan Anak
Suka Membandingkan Anak
Suka Membandingkan Anak

Terkadang tanpa kita sadari kita sebagai orangtua suka membandingkan anak kita dengan anak orang lain. Padahal kita tau bahwa setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing termasuk anak kita juga memiliki kelebihannya masing-masing. Dengan kita selalu membanding-bandingkan anak-anak kita dengan anak lain dalam hal tertentu, seperti anak kita nilainya rendah di kelas sedangkan nilai temannya yang sering bermain dengannya memiliki nilai lebih tinggi. Perbandingan-perbandingan yang sering kita lakukan itu akan membuat anak tidak nyaman, terbebani dan membuat anak menjadi tidak percaya diri. Maka itu akan sangat berpengaruh terhadap tindakan apa yang akan mereka lakukan kedepannya.

  1. Memberikan Segala yang Anak Minta

Semua orangtua pasti akan memberikan yang terbaik unutk anak-anaknya. Sehingga terkdang orangtua memanjakan mereka dengan menuruti dan memberikan segalanya kepada anak. Padahal kita tua bahwa memanjakan anak punya batasnya sendiri. Kita sebagai orangtua seharusnya tidak terus menerus memanjakan mereka dengan memberikan segalanya kepada anak sehingga mereka mengira bahwa semuanya mudah didapat tanpa perlu kerja keras. Dan beranggapan bahwa dengan berjalannya waktu anak akan mandiri pada waktu. Itu adalah kesalahan yang besar. Anak, sedari kecil perlu diajarkan nilai-nilai kemandirani dengan cara-cara yang sederhana. Seperti menabung sedikit demi sedikit untuk membeli apa yang menjadi keinginan mereka seperti mainan baru yang ia inginkan, tidak boros, membeli apa yang dibutuhkan bukannya hanya sekedar keinginan yang semu. Point terpentingnya tentu saja bukan saja soal uang yang ia kumpulkan,tetapi mereka memiliki target dalam hidup mereka. berusaha dan memiliki kemauan untuk menyisihkan uang yang diberikan kepada mereka agar bisa menabung. Dan itu sangat baik untuk mereka dimasa depan.

 

Dari permasalahan yang umum terjadi pada orangtua dalam mendidik anak, kita sebagai orangtua sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak-anak kita. Pendidikan pertama yang diterima anak seyogyanya adalah pendidikan yang berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Sehingga Jika kita benar dalam mendidik anak berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah maka kita akan dapati mereka tumbuh dengan nilai-nilai syariat islam. Pola didikan yang salah akan menghasilkan masa depan yang buruk untuk anak-anakSama seperti dalam hadist yang mengatakan tentang bagaimana pentingnya peranan orangtua dalam memberikan pendidikan kepada anak, seperti hadish berikut yang berbunyi “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, lalu kedua orangtuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Baihaqi).

 

Ayah dan bunda yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala semoga artikel ini memberikan manfaat bagi pembaca, Aaamiin aamiin aamiin ya Rabbal’alamiin. Untuk ayah dan bunda yang sedang mencari bimbingan belajar( bimbel islami) bisa mengunjungi rumah bermain bilal yang beralamatkan di :

JL. IKHLAS NO. 2i (SEBERANG GIANT NANGKA) PEKANBARU

Atau bisa hubungi kontak berikut ini  : ABI HANSI 082283119093

link www.rumahbermainbilal.com